Minggu, 13 Februari 2011

"Syair Keputus Asaan"

...dan,
ingin kubutakan mata ini,
agar tiada pernah lagi kulihat dirimu.
ingin kutiadakan lagi penciumanku ini,
agar tiada lagi kudapatkan harummu.
ingin kutulikan telinga ini,
agar tiada pernah lagi kudengar cicit dan salakmu.
ingin kuhentikan aliran darahku ini,
agar kau tak lagi mengalir di sekujur ragaku.
ingin ku koyak hati ini,
agar dapat terhapus torehan namamu.
ingin kuhancurkan otak ini,
agar tiada lagi ku memikirkanmu.
ingin kuhentikan nafas ini,
agar tiada lagi kau yang merasuk di jantungku.
ingin kulumpuhkan kaki ini,
agar tiada dapat lagi aku menemuimu...

lalu..,
ingin kuhancurkan matahari,
agar tiada lagi cahaya yang menampakkan dirimu.
ingin kujatuhkan bulan dan gemintang,
agar tiada lagi pengibarat keindahanmu.
ingin kudiamkan desiran angin yang lalu-lalang,
agar tiada lagi yang menyampaikan syair-syair tentang dirimu.
ingin kuredam deburan gelombang lautan,
agar tiada lagi deru-deru dirimu.
(bahwa segalamu telah menjadi denyut,degub dan hembusku...)

"semua rasa ini kutemui, sayang...
dalam satu arti menanti satu hanya dirimu...
adakah kau kan temukan arti dan mengertikan diriku...?
sedang waktu selalu merajutkan keputus asaan dalam sebuah penantian..."

letihnya aku dalam mencintai, menyayangimu...
namun tiada pernah mampu untuk hentikan penantian ini...

dan,
ini menyakitiku...
(kurasa kaupun tau itu...)

2 komentar:

  1. okay bro,,
    meskipun keputusasaan itu sangatlah terlarang dengan alasan apapun itu,tapi kita hanya manusia yang sangat biasa dan lemah,karena kita tak bisa melawan kehendak TUHAN,thankz udah jadi inspirator,

    BalasHapus
  2. yah tumpahkan saja dalam sebuah goresan pena, meski dgn hati yg tersayat, namun kehidupan yg dberi tetap harus dsyukuri adanya.
    salam...

    BalasHapus